Terjebak Komoditas

produk komoditas

Di Bali, ada tempat wisata dataran tinggi namanya Bedugul..

Suhunya dingin, paling enak makan yang panas..

Seperti Bakso..

Di daerah tersebut, banyak sekali yang jual bakso..

Menu, harga, tampilan kios, semua sama..

Jadi yang jualan cari cara untuk dapetin pelanggan..

Ada yang manggil manggil..

Ada yang baksonya disusun penuh..

Ada yang pakai baju cerah..

Pokoknya ada aja bedanya..

Tapi, kalau kalau ada yang ramai karena manggil manggil, apakah sebelahnya ikut ikutan?

Kalau kios yang ramai karena baksonya disusun penuh, apakah lainnya juga ikut?

Sangat besar kemungkinannya..

Akhirnya semuanya kembali sama lagi..

Itu karena terjebak di Komoditas..

Kalau kasusnya gini,

Kita punya teman yang jualan Bakso di Bedugul, dan ingin makan bakso, apa mau cari tempat lain?

Kemungkinannya kecil..

Kita pasti langsung meluncur ke tempat teman kita, yang sudah kenal dengan baik..

atau,

kita pernah makan disalah satu kios, karena pengalamannya asik, jadi kita selalu ingat dengan kios tersebut..

ketika kita balik ke Bedugul, kita akan langsung kesana..

atau kalau ada teman yang tanya tempat ngebakso yang enak di sana, maka kita akan merekomendasikan kios tersebut..

Itu karena ikatan emosional lebih kuat dibandingkan kegiatan promosi..

Maka agar Anda bisa keluar dari Komoditas, maka Anda perlu menjalin pertemanan..

Anda bisa menjalin ikatan emosional sebelum atau setelah transaksi..

Kalau sebelum transaksi, Anda bisa gunakan strategi Funneling..

Kalau setelah transaksi, Anda bisa gunakan strategi Customer Experience..

Funneling adalah proses akuisisi pelanggan, dari tidak tau, jadi tau.. tau jadi mau, mau jadi beli..

Customer Experience adalah proses untuk menciptakan pengalaman pelanggan agar beli lagi, beli banyak, dan ngajakin yang lain beli..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top